Home >

About >

Publication >

Contact >

Log Out >

 

 

  Parameter Pemeriksaan
  Urine
 Narkoba Pada Alat
  Skrining:

  Penggunaan Dan
  Pendeteksian Alat
  Skrining

  Alur Pemeriksaan Urine

 

ALUR PEMERIKSAAN URINE
DI LUAR KEPENTINGAN PERADILAN


  1. Surat Permohonan pemeriksaan ditandatangani oleh Pejabat Instansi yang berwenang ditujukan ke Kedeputian BNN/Kepala BNNP/BNNK/Kota Up. Kepala Balai Laboratorium Narkoba BNN dengan menerangkan maksud dan tujuan permohonan pemeriksaan.

  2. Penyiapan alat pemeriksaan berupa rapid test dan pot urine dengan kodefikasi. (Rapid test dan pot urine disediakan oleh Kedeputian BNN/BNNP/BNNK/Kota/Instansi Pemohon).

  3. Pengisian berita acara pengambilan urine dan absensi

  4. Penyerahan pot urine oleh petugas sesuai absensi dan kodefikasi

  5. Pengambilan urin diawasi oleh petugas dengan volume urine minimum 25 mL.

  6. Penyerahan urine ke petugas dengan melakukan absensi.

  7. Sampel urine kemudian diuji menggunakan rapid test yang memiliki 6 parameter uji yaitu; AMP, METH, THC, COC, OPIAT/MOP, BZO

  8. Hasil pemeriksaan skrining dapat menunjukan hasil positif atau negatif, Ketika didapatkan hasil skrining POSITIF maka harus dilakukan uji konfirmasi melalui instansi-instansi yang telah ditunjuk menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 194/MENKES/SK/VI/2012 tentang penunjukan laboratorium pemeriksaan narkotika dan psikotropika, khususnya untuk pengujian spesimen dan toksikologi yaitu;

    • Balai Laboratorium Narkoba Badan Narkotika Nasional
    • Pusat Laboratoratorium dan Forensik (pusat atau daerah)
    • Laboratorium Kesehatan Daerah
  1. Surat hasil pemeriksaan laboratorium dibuat oleh petugas dan di tandatangani oleh Kepala Balai Laboratorium Narkoba BNN kemudian diteruskan ke Kedeputian BNN/Kepala BNNP/BNNK/Kota.
  2. Surat hasil pemeriksaan diserahkan ke Instansi pemohon.