Home >

About >

Publication >

Contact >

Log Out >

 

 

  Parameter Pemeriksaan
  Urine
 Narkoba Pada Alat
  Skrining:

  Penggunaan Dan
  Pendeteksian Alat
  Skrining

  Alur Pemeriksaan Urine

 

                   MDMA (3,4-Methylenedioxy-Methamphetamine)

 

 Gbr. Tablet MDMA (Ekstasy)                                      Rumus Molekul : C11H15NO2

MDMA (3,4-methylenedioxy-methamphetamine) atau yang dikenal dengan Ekstasy adalah obat sintesis yang dapat mengubah suasana hati dan persepsi (kesadaran objek dan kondisi sekitarnya). MDMA merupakan jenis narkotika gologan I ( lampiran Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika).

Perkembangan MDMA berawal pada tahun 1912 dan digunakan untuk meningkatkan psikoterapi pada tahun 1970-an dan menjadi populer sebagai obat jalanan di tahun 1980-an. Keberadaan MDMA pada saat itu dijual dan dicampur dengan zat lain seperti efedrin atau ketamin. Pada tahun 2013, 9-28 juta orang dengan usia 15- 65 tahun menggunakan ekstasi (0,2% sampai 0,6% dari populasi dunia). Hal ini sama dengan persentase orang yang menggunakan kokain, amfetamin, dan opioid, tapi lebih sedikit daripada pengguna ganja.

MDMA tersedia dalam bentuk tablet dengan berbagai logo dan warna yang menarik. Pada saat ini MDMA yang biasanya beredar dalam bentuk tablet yang berlogo crown, butterfly, LV, tapal kuda, shell, dan smile dengan berbagai warna yang menarik. Contohnya dapat dilihat seperti gambar dibawah ini :

   

          Bentuk “Shell”                                       Bentuk “Crown”                                      Logo “Smile”

   

               Logo “Butterfly”                                    Logo “LV”


MDMA meningkatkan aktivitas tiga bahan kimia didalam otak :

  1. Dopamin menyebabkan lonjakan euforia dan peningkatan energi

  2. Norepinefrin meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang sangat berisiko bagi orang-orang dengan masalah jantung dan pembuluh darah

  3. Serotonin mempengaruhi suasana hati, nafsu makan, tidur, dan fungsi lainnya. Hal ini juga memicu hormon yang mempengaruhi gairah seksual dan kepercayaan. Pelepasan serotonin dalam jumlah besar bagi pengguna MDMA cenderung menyebabkan kedekatan emosional dan suasana hati menjadi baik.


Efek Pengguna MDMA

Efek samping dari penggunaan MDMA yaitu kecanduan, masalah memori, paranoia, sulit tidur, penglihatan kabur, berkeringat, dan detak jantung yang cepat. Penggunaan dari obat ini menyebabkan depresi dan kelelahan. Penyalahgunaan ekstasi juga menyebabkan kematian dikarenakan suhu tubuh meningkat dan dehidrasi MDMA meningkatkan pelepasan dan memperlambat reuptake dari neurotransmitter serotonin, dopamine, dan norepinephrine di bagian otak, dan memiliki stimulan dan efek psychedelic peningkatan awal diikuti dengan penurunan jangka pendek dalam neurotransmiter.

Efek yang ditimbulkan dari MDMA meliputi meningkatkan empati, kesenangan, dan mendapatkan sensasi yang tinggi. Ketika obat ini dimasukkan kedalam mulut, efek dimulai setelah 30-45 menit dan selesai setelah 3-6 jam setelah pemakaian.


Metabolisme MDMA

MDMA mencapai konsentrasi maksimal dalam aliran darah antara 1,5 dan 3 jam setelah konsumsi. Hal ini kemudian perlahan-lahan dimetabolisme dan dikeluarkan, dengan tingkat MDMA dan metabolitnya menurun setengah dari konsentrasi puncak selama sekitar 8 jam. 80 % MDMA di metabolisme didalam hati dan 20 % diekskresikan tidak berubah dalam urine. Hasil metabolisme dari pengguna MDMA adalah 3,4-methylenedioxyamphetamine (MDA), 4-hydroxy-3-metoksi-methamphetamine (HMMA), 4-hydroxy-3-methoxyamphetamine (HMA), 3,4-dihydroxyamphetamine (DHA ) (juga disebut alpha-methyldopamine
(α-Me-DA)), 3,4-methylenedioxyphenylacetone (MDP2P), dan N-hidroksi-3,4-methylenedioxyamphetamine (MDOH).

 

Waktu Pendeteksian MDMA dalam Urine:

Pendeteksian penyalahguna MDMA dapat melalui tes urine. Hal ini merupakan cara yang paling umum untuk menguji ekstasi (MDMA), dimana sampel yang diuji adalah sampel urine yang baru dan alat yang digunakan untuk skrining urine MDMA adalah rapid test jenis MDMA dan rapid test jenis Metamfetamina . MDMA akan tetap terdeteksi dalam urine untuk jangka waktu 2 sampai 4 hari pasca konsumsi. Sebagian besar MDMA tidak ada lagi ditubuh dalam waktu 3 hari (72 jam). Jika seorang individu memiliki urine dengan alkalinitas yang tinggi, dapat dimungkinkan MDMA tetap berada dalam sistem tubuh lebih dari 3 hari.


Literatur:

  1. Palmer, Robert B. (2012). Medical toxicology of drug abuse : synthesized chemicals and psychoactive plants. Hoboken, N.J.: John Wiley & Sons. p. 139. ISBN 9780471727606.

  2. Anderson, Leigh, ed. (18 May 2014). "MDMA". Drugs.com. Drugsite Trust. Retrieved 30 March 2016.

  3. DrugFacts: MDMA (Ecstasy/Molly) . National Institute on Drug Abuse. February 2016. Retrieved 30 March 2016.

  4. Methylenedioxymethamphetamine (MDMA, Ecstasy), National Highway Traffic Safety Administration, retrieved 5 April 2016

  5. World Health Organization (2004). Neuroscience of Psychoactive Substance Use and Dependence. World Health Organization. pp. 97–. ISBN 978-92-4-156235-5.

  6. "Status and Trend Analysis of Illict [sic] Drug Markets". World Drug Report 2015 (pdf). Retrieved 26 June 2015.

  7. R. De La Torre, M. Farré, J. Ortuño, M. Mas, R. Brenneisen, P. N. Roset,; et al. (February 2000). "Non-linear pharmacokinetics of MDMA ('ecstasy') in humans". Annals of the New York Academy of Sciences 49 (2): 104–109. doi:10.1046/j.1365-2125.2000.00121.x