Home >

About >

Publication >

Contact >

Log Out >

 

 

  Parameter Pemeriksaan
  Urine
 Narkoba Pada Alat
  Skrining:

  Penggunaan Dan
  Pendeteksian Alat
  Skrining

  Alur Pemeriksaan Urine

 

BARBITURATES

                                            

Barbiturates adalah obat yang bertindak sebagai depresan dan menghasilkan efek yang luas dari penenang ringan sampai pembiusan total. Barbiturates juga efektif sebagai anti depresi, hipnotik (efek tidur), dan antikolvusan (anti kejang). Barbiturates memiliki potensi kecanduan baik secara fisik dan psikologis.

Barbiturates dalam dosis kecil memberi efek menenangkan, sedangkan pada dosis besar dapat menginduksi tidur. Pada dosis tinggi selain memberi efek sedasi, barbiturates dapat menghambat pernafasan, menimbulkan komplikasi kardiovaskuler, tidur, koma dan kematian.

Berdasarkan mula kerja dan lama kerjanya, barbiturates dibagi menjadi empat golongan, yaitu:

  1. Yang berjangka waktu kerja sangat pendek (ultra short acting) : misalnya heksobarbital, metoheksital, tiamital, tiopental, yang mempunyai efek anestetik dan khasiatnya mulai timbul dalam waktu satu menit pada pemakaian intravena. Mula kerja yang begitu pendek dan berjangka waktu kerja begitu pendek menyebabkan zat tersebut tidak disalahgunakan.
  2. Yang berjangka waktu pendek (short acting) : misalnya asam alil-barbiturates (sandoptal), sekobarbital (sekonal), siklobarbital, dan heptabarbital.
  3. Yang berjangka waktu kerja sedang (intermediate acting) : misalnya metabarbital, probabital, apobarbital (alurat), asam dialilbarbiturates (dial), butabarbital, amobarbital (amital), pentobarbital (nembutal).
  4. Yang berjangka kerja panjang (long acting) : barbital (veronal), fenobarbital (luminal), dan mefobarbital (mebarat). Golongan ini mempunyai waktu onset sekitar 1 jam dan jangka waktu kerjanya sampai 16 jam. Oleh karenanya, jarang disalahgunakan. Dalam ilmu kedokteran, golongan ini banyak dipakai sebagai obat antikejang, sebagai penenang dan obat tidur.

Pada pemakaian secara oral, golongan yang berjangka waktu kerja pendek dan yang berjangka waktu kerja sedang mula kerjanya sekitar 20-40 menit dan lamanya sekitar 4-6 jam, sehingga merupakan golongan yang paling sering disalahgunakan. Dalam ilmu kedokteran sering dipakai untuk menginduksi tidur.


Efek Pengguna Golongan Barbiturates

Efek farmakologik barbiturates habis melalui distribusi ulang, biotranformasi, dan eksresi. Barbiturates yang berjangka waktu kerja pendek, misalnya sekobarbital sebanyak 200 mg dapat menginduksi rasa kantuk selama 2-3 jam, tetapi pengaruhnya terhadap perasaan, daya kemampuan menilai seseorang, dan gerakan motorik halus dapat bertahan sampai 10-12 jam. Khasiat yang berjangka pendek ini disebabkan barbiturates sangat mudah larut dalam lemak sehingga sampai di otak, sehingga onsetnya juga cepat. Tetapi sekobarbital yang jangka waktu kerjanya sangat pendek, efeknya habis karena redistribusi sebelum sempat dimetabolisir.

Barbiturates tidak mempunyai efek pereda nyeri. Pada dosis tinggi dapat menimbulkan bradikardia dan hipotensi, sedangkan efek yang paling berbahaya ialah efek menekan pernafasan.

Intoksikasi barbiturates ditandai dengan pernafasan lambat dan dangkal, nadi cepat dan lemah, tekanan darah turun, kulit berkeringat, gerakan serba lambat, bicara lambat, bicar apelo (cadel), jalan sempoyongan dan tidak stabil, arefleksi, sulit berpikir, daya ingat terganggu, daya penilaian terhadap realita kacau, lingkup perhatian menyempit, tertawa terkekeh, emosi labil, irritable, bersikap bermusuhan, mudah bertengkar, muram, mudah curiga, kebiasaan hidup menjadi tidak teratur, dan ada kecenderungan bunuh diri.

Gejala putus zat jenis barbiturates terdiri dari gejala minor yang timbul dalam waktu 24 jam dan berlangsung 3-14 hari berupa insomania, ansietas, tremor anggota badan bagian atas, gerakan sentakan-sentakan, kelemahan otot, anokreksia, nausea, dan hipotensi. Gejala major timbul pada hari kedua atau ketiga selama 3-14 hari berupa kejang, serangan psikotik dengan gejala gangguan orientasi, agitasi, waham, halusinasi, dan delirium. Karena adanya hipertermia dan agitasi pasien dapat jatuh dalam keadaan kelelahan yang hebat, kolaps, dan kematian.


Metabolisme Pengguna Golongan Barbiturates

Golongan Barbiturates yang paling banyak disalahgunakan adalah senyawa dengan kerja pendek dan sedang.  Barbiturates yang kerjanya panjang jarang disalahgunakan.  Turunan-turunan Barbiturates dieksresikan melalui urine dalam jumlah yang bervariasi baik dalam bentuk aslinya maupun metabolitnya.  Barbiturates dengan kerja yang panjang dieksresikan dalam bentuk aslinya dengan persentase yang tinggi melalui urine, sedangkan Barbiturates dengan kerja pendek, Secobarbital dan Amobarbital, secara ekstensif dimetabolisme dan dieksresikan melalui urine, dengan persentase yang kecil dalam bentuk asilnya. Penyalahgunaan barbiturates sebagian besar melalui cara oral karena pemakaian secara intravena menimbulkan rasa nyeri dan sklerosing (pengerasan) pada vena, flebitis (peradangan pada pembulu darah vena), dan abses (nanah). Barbiturates kadang-kadang disalahgunakan bersama-sama amfetamin untuk memperoleh perasaan yang lebih hebat dibandingkan pemakaian zat itu sendiri . kadang-kadang barbiturates juga disalahgunakan bersama heroin, sehingga bisa timbul ketergantungan terhadap kedua zat tersebut.

Golongan barbiturates antara lain : amobarbital, butabarbital, butalbital, pentobarbital, phenobarbital, secobarbital, dapat di deteksi dengan skrining test barbiturates dengan konsentrasi minimal 200 – 300 ng/ml. Berbagai macam gologan barbiturates mempunyai waktu paruh (half time) yang berbeda-beda.


Tabel. Metabolit Golongan Barbiturates dan Waktu Paruh (Half Time)

Golongan Barbiturates
Metabolit

Half Time /Hour

Secobarbital

  • 3’-hidroxysecobarbital

  • 5-allyl-5-(3-carboxy-1-methylpropyl)-barbituric acid (4%)

  • 5-(2,3-dihydroxypropyl) secobarbital (4%)

  • 3’-oxosecobarbital (3%)

19-34

Rata-rata 25

Phenobarbital

  • p-hydroxyphenobarbital (17%)

  • N-glucopyranosylphenobarbital (sampai dengan 30%)

  • Two dihydrodiol metabolites

50-150

Rat-rata 100

Amobarbital

  • 3’-hydroxyamobarbital (30-50%)

  • N-glucopyranosylamobarbital (sampai dengan 30%)

  • 5-(3’-carboxybutyl)-5-ethylbarbituric acid (5%)

8 – 40

Rata-rata 24

Butalbital

  • 5-(2,3-dihydroxypropyl) metabolite (20-60%)

  • 5-(3-hydroxy-2-methyl-1-propyl) metabolite (10%)

30 - 88

Pentobarbital

  • 3’-hydroxypentobarbital

  • 3’-oxypentobarbital (7-14%)

  • 3’-carboxy metabolite (10-15%)

  • N-glucoside conjugate (13%)

Sampai dengan 48

Rata-rata 27


Butobarbital

  • 3’-hydroxybutobarbital (22-28%)

  • 3’-oxobutobarbital (14-18%)

  • 3’-carboxypropyl metabolite (4-8%)

40


Literatur:

  1. UNODC, 1997, New York, Recommended Methods for the Detaction and Assay of Barbiturateses and Benzodiazepines in Biological Specimens.
  2. Ganiswara,Gan Sulistia, 2009, Farmakologi dan Terapi Edisi 5, Fakultas Kedokteran-Universitas Indonesia : Jakarta.
  3. Rahardjo, Rio. 2008. Kumpulan Kuliah Farmakologi Edisi 2, Fakultas Kedokteran-Universitas Sriwijaya : Jakarta.
  4.  "Barbiturateses"Archived from the original on 7 November 2007. Retrieved 2007-10-31.
  5. Medical Curiosities. Youngson, Robert M. London: Robinson Publishing, 1997. Page 276.