Home >

About >

Publication >

Contact >

Log Out >

 

 

  Parameter Pemeriksaan
  Urine
 Narkoba Pada Alat
  Skrining:

  Penggunaan Dan
  Pendeteksian Alat
  Skrining

  Alur Pemeriksaan Urine

 

                 TETRAHYDROCANNABINOL (GANJA)

              

Gbr. Tanaman Ganja (Marijuana)                               Rumus molekul: C21H30O2


Tetrahydrocannabinol (THC) merupakan zat yang terkandung dalam Tanaman Ganja.  Zat ini terdapat pada daun dan rantingnya dengan kadar THC tertinggi pada pucuk tanaman betina yang sedang berbunga. Kadarnya berkisar 1,0% – 10%, bahkan bisa lebih bila dibudidayakan dengan perlakuan dan faktor lingkungan yang baik. Selain THC, ganja juga mengandung kanabinol dan asam tetrahidrokanabidiolat.

Di Indonesia, ganja mulai digunakan oleh anak muda pada pertengahan dekade 60 sampai sekarang. Dengan merujuk pada ketetapan WHO maka regulasi di  Indonesia sejak dari UU RI No. 9 Tahun 1976, UU RI No. 22 Tahun 1997 hingga terakhir UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,  ganja selalu digolongkan kedalam jenis Narkotika Golongan I. Sehingga konsekuensinya adalah ganja tidak dapat digunakan dalam pengobatan karena daya adiktifnya sangat tinggi dan hanya dapat digunakan dalam penelitian resmi oleh pemerintah.

Namun realitasnya, tindakan penyalahgunaan tetap marak. Berbagai oknum, kelompok yang merasa mendapat keuntungan dari perniagaan ganja, tanpa memikirkan kehancuran yang ditimbulkannya terhadap Bangsa dan Negara, dengan segala upaya dan modus peredaran gelapnya kian masif.  Oleh UNODC dilaporkan bahwa pada tahun 2009 Indonesia, menempati peringkat kesembilan dunia terbesar mengkonsumsi ganja yaitu  sekitar 110 metrik ton atau sekitar 2% total konsumsi dunia yang mencapai 6.002 metrik ton. Dan Indonesia adalah negara peringkat 10 tertinggi di dunia sebagai ladang bagi peredaran narkoba jenis ekstasi dan ganja.

Ganja dapat dikonsumsi sebagai makanan, diseduh seperti teh, tapi kebanyakan di isap setelah dikeringkan dan dirajang  kemudian dilinting seperti rokok tembakau. Setiap batang rokok ganja mengandung THC sebanyak 5-20 mg.  


Efek Pengguna Ganja

1.  Efek jangka pendek penggunaan ganja diantaranya adalah:

  • Tidak mampu berfikir maupun berbicara dengan jelas

  • Sulit berkonsentrasi

  • Hilangnya beberapa memori jangka pendek

  • Sulit bereaksi terhadap suatu hal

  • Meningkatkan denyut jantung

  • Merasa sedih berlebihan dan merasa sangat ketakutan

  • Sensitif terhadap penglihatan dan suara

2.  Efek jangka panjang penggunaan ganja diantaranya adalah:

  • Bermasalah dengan perkembangan tubuh

  • Kerusakan jaringan paru-paru dan rusaknya sel immune sehingga cenderung akan mengalami kanker

  • Gelisah dan mudah panik

  • Gila

  • Kemungkinan sulit mendapatkan keturunan


Metabolisme Ganja/THC

Bila diisap, asap ganja yang mengandung lebih dari 60 kanabinoid dan bahan kimia lain ditahan dalam paru-paru beberapa detik. Sekitar 50% akan diabsorbsi (penggunaan oral hanya diabsobsi 3-6%). Pengaruh rokok ganja pada penggunaan timbul setelah 20-30 menit dan kadar THC tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu 2 – 3 jam. Kemudian THC meninggalkan plasma dan masuk kedalam jaringan yang mengandung lemak, terutama otak dan testis.  THC dimetabolisme didalam hati dan ekskresi terutama melalui tinja (65%) dan urine (25%). Waktu paruhnya adalah 2-7 hari. Sehingga dalam urine dapat dideteksi sampai seminggu setelah penggunaan terakhir. Hasil metabolisme dari pengguna ganja adalah 11-Hydroxy-delta 9-tetrahydrocannabinol dan 11-nor- 9-carboxy-delta 9-tetrahydrocannabinol (9-carboxylic-THC) dan merupakan metabolit terbesar yang diekskresi diurin.


Waktu Pendeteksian THC (delta 9 tetrahydrocannabinol) dalam Urine:

Penyalahguna Ganja dapat dideteksi melalui tes urine. Alat yang digunakan untuk skrining urine adalah rapid test jenis THC (delta 9 tetrahydrocannabinol). Waktu pendeteksian dapat berdasarkan lama penggunaannya, diantaranya:

  1. Penggunaan tidak rutin atau sekali pakai, 2 – 7 hari
  2. Penggunaan rutin atau berulang, 4 – 14 hari
  3. Pecandu, sampai dengan 2 – 3 bulan


Senyawa-senyawa yang dapat terdeteksi pada rapid THC:

Pada rapid THC, senyawa yang terdeteksi adalah senyawa yang terkandung dalam Ganja, diantaranya: tetrahydrocannabinol (THC), kanabinol, asam tetrahidrokanabidiolat dan 11-nor-delta-9-tetrahydrocannabinol-9-carboxylic (9-carboxylic-THC) yang merupakan hasil metabolisme dari pengguna ganja/THC.


Literatur:

  1. Steinshamn, Eirin.B., 2009, Development of an Analytical Method for Detection and Quantifications of Cannabis and Cannabinoid Analogues in Urine., Thesis for the Norwegian Pharmacy Degree
  2. U NODC, 1995, New York, Manual For Use By National Laboratories, “Recommended Methods For The Detection and Assay of Heroin, Cannabinoids, Cocaine, Amphetamine, Methamphetamine and Ring Substituted Amphetamine Derivatives in Biological Specimens.”
  3. United Nations International Drug Control Programme, Desember 2001, “Rapid On-Site Screening of Drugs of Abuse”, Part I Biological Specimens. Prepared by Scientific Section Division for Operations and Analysis.