Home >

About >

Publication >

Contact >

Log Out >

 

 

  Parameter Pemeriksaan
  Urine
 Narkoba Pada Alat
  Skrining:

  Penggunaan Dan
  Pendeteksian Alat
  Skrining

  Alur Pemeriksaan Urine

 

                                            COCAINE

 

                Gbr. Tanaman Erythoxylon Coca                                Gbr. Serbuk Cocaine

Cocaine atau biasa yang disebut dengan benzoylmethylecgonine adalah senyawa sintesis yang dapat memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Cocaine merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk  setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.

Saat ini cocaine masih digunakan sebagai anastetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Cocaine diklasifikasikan sebagai narkotika, bersama dengan morphine dan heroina karena efek adiktif. Pada umumnya penggunaan cocaine dengan cara dihirup,dihisap atau dengan cara disuntik ke pembuluh darah vena.


Efek Pengguna Cocaine

Cocaine akan memberikan efek stimulant yang berpengaruh pada kesehatan mental seperti efek gembira yang berlebihan. Ciri-ciri fisik pada pengguna cocaine antaralain detak jantung yang cepat, keringat berlebih, pupil mata membesar, nafsu makan hilang (badan menjadi kurus),tidak tidur. Pemakaian dengan dosis yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan suhu badan.Cocaine adalah stimulan yang sangat kuat yang dapat mempengaruhi sistem syaraf. Efek stimulan yang ditimbulkan dapat bertahan selama 15 menit,30 menit sampai dengan hitungan jam tergantung pada dosis yang digunakan dan cara penggunaanya. Cocaine menyebabkan efek yang mirip dengan amphetamine namun jauh lebih kuat tetapi dengan waktu efek yang ditimbulkan lebih pendek. Cocaine terdapat dalam bentuk sediaan per-oral (ditelan), sebagai serbuk yang dihirup melalui hidung atau disuntikkan secara langsung ke dalam sebuah vena. Jika direbus dengan natrium bikarbonat, cocaine dirubah menjadi bentuk bebas yang disebut pecahan cocaine (crack cocaine), yang bisa dihisap. Pecahan cocaine bekerja secepat cocaine yang disuntikkan melalui pembeluh darah vena

Efek stimulan cocaine antara lain adalah perasaan euphoria, menjadi sangat bersemangat atau mempunyai energi yang berlebih, rasa cemas yang berlebih,gairah seks menjadi meningkat. Efek dari kecanduan cocaine secara umum adalah kerusakan fungsi organ tubuh (terutama hati, ginjal, dan otak), euphoria (rasa senang yang berlebihan), psikosis, depresi, serta yang paling parah, kematian akibat overdosis.


Metabolisme Cocaine

Cocaine dimetabolisme di organ hati kemudian disalurkan ke bagian tubuh lain melalui pembuluh darah dan selanjutnya akan di eksresikan ke ginjal,bentuk metabolit dari cocaine sebagian besar dalam bentuk benzoylecgonine (BE), dan sebagian lainnya dalam bentuk ecgoninemethyl ester (EME) dan ecgonine. Hanya sekitar 1% cocaine yang keluar dalam bentuk cocaine (tidak termetabolit) dalam urine. Metabolit dari cocaine lainnya adalah norcocaine, p-hydroxycocaine, m-hydroxycocaine, p-hydroxybenzoylecgonine (pOHBE), dan m-hydroxybenzoylecgonine. Jika cocaine dikonsumsi bersama dengan alkohol, didalam hati cocaine akan membentuk cocaethylene yang mempunyai efek toksik yang lebih dibandingkan dengan cocaine dalam bentuk tunggal.

Beberapa jenis obat-obatan atau produk herbal yang dapat mengganggu dalam pemeriksaan skrining pada urine cocaine adalah antibiotik amoxicillin, coca leaf tea, dan tonic water.


Waktu Pendeteksian Cocaine dalam Urine:

Metabolit dari cocaine dapat terdeteksi didalam urine. Alat yang digunakan untuk skrining urine adalah rapid test jenis cocaine. Waktu pendeteksian dapat berdasarkan lama penggunaannya, diantaranya:

  1. pemakaian tidak rutin 12-48 jam

  2. pemakaian rutin 1-4 hari

  3. pecandu sampai dengan beberapa minggu.


Literatur:

  1. Zimmerman,JL(October 2012)."Cocaine intoxication". Critical care clinics 28 (4): 51726. doi:10.1016/j.ccc.2012.07.003PMID 22998988.

  2. Pomara, C; Cassano, T; D'Errico, S; Bello, S; Romano, AD; Riezzo, I; Serviddio, G (2012). "Data available on the extent of cocaine use and dependence: biochemistry, pharmacologic effects and global burden of disease of cocaine abusers". Current medicinal chemistry 19 (33): 5647–57. doi:10.2174/092986712803988811PMID 22856655.

  3. Connors, NJ; Hoffman, RS (November 2013). "Experimental treatments for cocaine toxicity: a difficult transition to the bedside". The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics 347 (2): 251–7. doi:10.1124/jpet.113.206383.PMID 23978563.

  4. Harper, SJ; Jones, NS (October 2006). "Cocaine: what role does it have in current ENT practice? A review of the current literature". The Journal of laryngology and otology 120 (10): 808–11. doi:10.1017/s0022215106001459. PMID 16848922

  5. United Nations International Drug Control Programme, Desember 2001, “Rapid On-Site Screening of Drugs of Abuse”, Part I Biological Specimens. Prepared by Scientific Section Division for Operations and Analysis.

  6. https://id.wikipedia.org/wiki/cocaine