Home >

About >

Publication >

Contact >

Log Out >

 

 

  Parameter Pemeriksaan
  Urine
 Narkoba Pada Alat
  Skrining:

  Penggunaan Dan
  Pendeteksian Alat
  Skrining

  Alur Pemeriksaan Urine

 

                                 AMPHETAMINE


      

                Gbr. Kristal Amphetamine                                             Rumus molekul: C9H13N

 

Amphetamine adalah obat golongan stimulansia (hanya dapat diperoleh dengan resep dokter), awalnya digunakan secara terapetik untuk mengatasi obesitas, attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), narkolepsi, dan kelelahan kronis. Pada awalnya, amfetamin sangat populer digunakan untuk mengurangi nafsu makan dan mengontrol berat badan. Merk dagang Amphetamine (di AS) antara lain Adderal, dan Dexedrine. Obat ini juga digunakan secara ilegal sebagai obat untuk kesenangan (Recreational Club Drug) dan sebagai peningkat penampilan (menambah percaya diri atau PD). Amphetamine dapat berupa bubuk putih, kuning, maupun coklat, atau bubuk putih kristal kecil dan dapat juga berbentuk sediaan farmasi (tablet). Berikut adalah gambar amfetamin dalam bentuk sediaan farmasi:

 

   Gbr. Tablet Amphetamine                                  Gbr. Kaplet Amphetamine

 

Amphetamine sudah disalahgunakan dan penyalahgunaan amphetamine terjadi karena penyaluran obat yang illegal. Penggunaan terus menerus dan berlanjut dapat menyebabkan ketergantungan atau dependensi, yang disebut dengan kecanduan.

Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:

  1. Coba-coba
  2. Senang-senang
  3. Menggunakan pada saat atau keadaan tertentu
  4. Penyalahgunaan
  5. Ketergantungan

Cara menggunakan amphetamine adalah inhalasi atau dihirup melalui tabung, intravena dan secara oral. Zat tersebut mempunyai nama lain: ATS, SS, ubas, ice, Shabu, Speed, Glass, Quartz, Hirropon dan lain sebagainya. Amphetamine terdiri dari dua senyawa yang berbeda: dextroamphetamine dan levoamphetamine. Dextroamphetamine mempunyai efek yang lebih kuat daripada levoamphetamine.

 

Efek Pengguna Amphetamine

Amphetamine memiliki banyak efek stimulan diantaranya meningkatkan aktivitas dan gairah hidup, menurunkan rasa lelah, meningkatkan mood, meningkatkan konsentrasi, menekan nafsu makan, dan menurunkan keinginan untuk tidur.  Akan tetapi, dalam keadaan overdosis, efek-efek tersebut menjadi berlebihan.


Metabolisme Amphetamine

Amphetamine dimetabolisasi di hepar dan diekskresi dalam bentuk aslinya atau dalam bentuk metabolitnya. Kecepatan eliminasi amfetamin melalui urin bergantung pada pH urin. Semakin kecil pH, semakin besar kadar amphetamine yang diekskresi dalam bentuk yang tidak berubah. Pada pH yang tinggi (alkalis), metabolisme amphetamine dalam hepar juga berlangsung lebih lama. Semakin banyak amphetamine yang tersebar di dalam jaringan ekstravaskular sebagai akibat penggunaan yang sering atau ketika toleransi sudah terjadi. Hasil metabolisme dari amphetamine adalah Amphetamine, 4-hydroxy-amphetamine, Benzoic acid dan Hippuric acid.

Pengaruh amphetamine terhadap pengguna bergantung dari jenis amphetamine yang digunakan, dosis yang digunakan dan cara penggunaannya. Secara umum amphetamine yang dikategorikan dosis rendah sampai dosis sedang adalah 5 – 50 mg pada penggunaan secara oral. Sedangkan yang dikategorikan dosis besar adalah lebih dari 100 mg pada penggunaan secara intravena.


Waktu Pendeteksian Amphetamine dalam Urine:

Penyalahguna amphetamine dapat dideteksi melalui tes urine. Alat yang digunakan untuk skrining urine adalah rapid test jenis amphetamine. Waktu pendeteksian dapat berdasarkan lama penggunaannya, diantaranya:

  1. Penggunaan tidak rutin atau sekali pakai, 1 – 3 hari
  2. Penggunaan rutin atau berulang, 2 – 6 hari
  3. Pecandu, beberapa minggu


Senyawa-senyawa yang dapat terdeteksi pada rapid test Amphetamine:

  1. Amphetamine
  2. Metamphetamine
  3. MDA
  4. PMA
  5. Katinon


Literatur:

  1. Barry Stimmel, MD and the Editors of Consumer Reports Books, “The Facts About Drug Use
  2. U NODC, 1995, Manual For Use By National Laboratories, “Recommended Methods For The Detection and Assay of Heroin, Cannabinoids, Cocaine, Amphetamine, Methamphetamine and Ring Substituted Amphetamine Derivatives in Biological Specimens.” New York.
  3. United Nations International Drug Control Programme, Desember 2001, “Rapid On-Site Screening of Drugs of Abuse”, Part I Biological Specimens. Prepared by Scientific Section Division for Operations and Analysis.
  4. Narkoba-amphetamin.blogspot.co.id/2011/11/amfetamin.php.