Home >

About >

Publication >

Contact >

Log Out >

 

 

  Parameter Pemeriksaan
  Urine
 Narkoba Pada Alat
  Skrining:

  Penggunaan Dan
  Pendeteksian Alat
  Skrining

  Alur Pemeriksaan Urine

 

Pemeriksaan Urine Lebih Efektif Dibanding
Pemeriksaan Spesimen Lain

Pemeriksaan narkoba pada penyalahguna dapat dilakukan dengan pemeriksaan spesimen biologi. Spesimen tersebut dapat berupa urine, darah, rambut, saliva dan keringat. Dari pemeriksaan jenis spesimen tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, diantaranya:


  1. Urine

     

    Pemeriksaan urine penyalahguna narkoba dengan menggunakan rapid test lebih efektif dibanding pemeriksaan untuk jenis spesimen lain, hal ini karena konsentrasi narkoba yang dihasilkan lebih banyak terdapat di urine. Urine atau air seni adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Cairan dan materi pembentuk urine berasal dari darah. Urine terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut dan materi organik. Kelebihan dan kekurangan dari pemeriksaan urine adalah sebagai berikut:

    Kelebihan:

    • Biaya ekonomis
    • Alat uji lapangan mudah didapat (tersedia)
    • Waktu deteksi cepat
    • Kekurangan:

    • Urine mudah dicampur dengan bahan kimia lain, contohnya sabun, cairan pembersih atau dapat ditukar dengan urine lain
    • Prosedur pengambilan sampel urin membutuhkan pengawasan sehingga privasi suspect/terduga menjadi tidak nyaman
    • Adanya positif palsu dengan menggunakan rapid test sehingga harus dirujuk ke laboratorium sesuai Kepmenkes RI Nomor: 194/Menkes/SK/VI/2012
    • Penanganan dan pengiriman sampel urine ke laboratorium harus memperhatikan jenis zat yang dikonsumsi maksimal 8 hari setelah pemakaian kecuali untuk golongan Cannabis (Ganja) sampai dengan 2 minggu
    • Penyimpanan diperlukan suhu dingin (freezer)


  1. Darah

 

Tes darah merupakan pemeriksaan sampel yang diambil dari tusukan pada jari atau pada vena dibagian lengan dengan menggunakan jarum. Konsentrasi narkoba di dalam darah tidak sebanyak yang terkandung diurine karena darah mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. Pada pemeriksaan darah terdapat kelebihan dan kekurangan diantaranya sebagai berikut:

Kelebihan:

  • Sampel tidak mudah dipalsukan
  • Dapat memperkirakan konsentrasi narkoba yang digunakan
  • Dapat mengetahui jangka waktu pemakaian terakhir

Kekurangan:

  • Mudah rusak
  • Konsentrasi narkoba yang didapat di darah lebih sedikit dibanding urine
  • Pengambilan sampel membutuhkan tenaga medis atau yang mempunyai keahlian
  • Teknik pengambilan sampel membuat ketidaknyamanan (sakit)
  • Penanganan dan pengiriman sampel urine ke laboratorium harus dimasukkan ke dalam tabung EDTA
  • Penyimpanan diperlukan suhu dingin (freezer)

 

  1. Rambut

    Tes rambut memiliki masa deteksi yang paling lama. Pendeteksian disarankan satu bulan setelah pemakaian, karena umumnya rambut manuasia tumbuh 1 cm setiap bulan, selai itu narkoba baru terdisposisi pada rambut setelah 7 hari dari pemakaian. Pada Pemeriksaan rambut terdapat kelebihan dan kekurangan, diantaranya sebagai berikut:

    Kelebihan:

    • Sangat stabil
    • Lebih mudah dalam pengiriman dan penyimpanan sampel (tidak diperlukan suhu dingin)
    • Teknik pengambilan sampel tidak membutuhkan privacy
    • Lebih sulit untuk dicampur dengan bahan kimia lain atau ditukar dibanding urine

    Kekurangan:

    • Digunakan untuk pemeriksaan pada pengguna narkoba yang rutin (kronis)
    • Biaya mahal
    • Alat uji lapangan tidak teredia
    • Tidak mampu mendeteksi pada 1-6 hari setelah pemakaian narkoba. Dapat mendeteksi minimum setelah 7 hari pemakaian narkoba, 1 bulan sampai dengan tahunan setelah pemakaian narkoba.

       

  2. Saliva


Pemeriksaan Narkoba dapat juga melalui saliva atau air liur dan alat yang digunakan berupa rapid tes saliva. Saliva adalah suatu cairan rongga mulut yang kompleks dan terdiri atas campuran sekresi kelenjar ludah mayor dan minor yang ada pada mukosa rongga mulut. Saliva yang terbentuk dalam rongga mulut, kurang lebih 90% dihasilkan oleh kelenjar submaksilaris dan parotis, 5% oleh kelenjar sublingual, dan 5% lainnya dihasilkan oleh kelenjar ludah minor. Pemeriksaan narkoba dengan saliva biasanya dilakukan untuk penyalahguna yang baru konsumsi narkoba, diambil 10 menit setelah pemakaian.

Kelebihan:

  • Proses pengumpulan sampel selalu dapat diperoleh.
  • Pengambilan sampel tidak perlu melukai
  • Tidak memerlukan pelatihan khusus dalam pengumpulan dan penanganan air liur
  • Waktu deteksi cepat

Kekurangan:

  • Hanya mendeteksi narkoba yang dihisap dengan cara inhalan atau merokok seperti ganja dan sabu dan blotter paper yang ditempelkan pada lidah seperti LSD.
  • Konsentrasi narkoba sangat kecil
  • Biaya mahal
  • Perlu pengawasan yang memadai untuk menghindari pemalsuan melalui air minum, membilas atau menambahkan zat ke mulut.

 

5. Keringat

Mekanisme pengujian narkoba menggunakan keringat sepenuhnya bergantung pada pH keringat dan pKa dari narkoba. Proses metabolisme narkoba pada keringat yaitu pada kelenjar kulit (kelenjar, ekrin dan kelenjar apocrine) yang bergantung pada mekanisme difusi dari darah (plasma). Pada narkoba yang lebih bersifat basa, ekskresi pada keringat akan meningkat karena sifat keringat yang lebih asam.

Kelebihan:

  • Pengambilan sampel tidak perlu melukai
  • Pendeteksian dapat dilakukan setelah beberapa hari sampai seminggu
  • Sampel tidak mudah dipalsukan

Kekurangan:

  • Tidak banyak laboratorium yang dapat melakukan pengujian
  • Tidak dapat dilakukan pada kulit yang terluka dan banyak rambut
  • Paparan narkoba pada kulit akan mengkontaminasi alat pengambil sampel

 

       

Literatur:

Jerome J . Robinson and James W.Jorus, May 2000, “Drug Testing in a Drug Court Environment: Common Issues to Address”, Amarican University.