bnn  
HOME ABOUT  PUBLIKASI NPS TABULASI NPS CONTACT US
 

Jenis-jenis/Penggolongan NPS

Lampiran zat NPS terdeteksi di Indonesia

 

May 24, 2016

 

OTHERS

Senyawa NPS dalam golongan ini secara struktur kimia beragam dan tidak masuk ke dalam kategori berdasarkan penggolongan dari UNODC. Senyawa dari kelompok ini memiliki efek farmakologis yang beragam. Diantaranya adalah sintetik opiat.

MT-45

MT-45 (1-cyclohexyl-4-(1,2-diphenylethyl) piperazine, atau nama lainnya I-C6 merupakan senyawa turunan piperazine yang awalnya disintesis pada tahun 1970-an untuk keperluan riset di sebuah perusahaan farmasi Jepang yaitu Dainippon Pharmaceutical Co. Seringkali MT-45 dinyatakan sebagai opioid sintetis walaupun bila dilihat dari struktur kimia MT-45 merupakan senyawa turunan piperazine, namun memberikan efek analgesik seperti morfin (opioid-like symptoms), sehingga termasuk senyawa golongan NPS.

MT-45 biasanya dijual online melalui intenet dalam bentuk serbuk. EMCDDA melakukan penyelidikan via internet, bahwa supplier MT-45 di internet tidak hanya dari Cina namun juga dari negara-negara seperti Inggris, Canada juga India. MT-45 dijual kepada konsumen dengan satu kali transaksi antara 500 mg - 5 kg, di Inggris harga online bervariasi tergantung jumlah pembelian yaitu sekitar 4-70 USD per gram.

MT-45 biasanya dikonsumsi secara oral (ditelan), dihirup maupun injeksi. Dosis oral biasanya dalam rentang 50-250 mg dan menurut pengguna MT-45 senyawa ini memberikan sensasi kepala ringan, hilang kesadaran, seperti efek morfin hanya saja lebih lambat. Efek dirasakan setelah 1-2 jam pemakaian.

Dalam banyak kasus penyalahgunaan MT-45 sebagai NPS, seringkali didapati pengguna menggunakan narkotika/psikotopika jenis lain bahkan alkohol bersama-sama dengan senyawa MT-45. Penggunaan MT-45 yang dikombinasikan dengan golongan benzodiazepine atau senyawa sedatif lainnya dapat meningkatkan resiko toksik akut atau bahkan kematian, terutama karena menekan sistem pernafasan dan juga sistem saraf.

Sampai dengan sekarang Juli 2016, belum ditemukan penyalahgunaan senyawa MT-45 di Indonesia. Tahun 2012 di Jepang diketahui bahwa senyawa MT-45 bersama dengan AH-7921 ditemukan dalam produk herbal “cannabis sintetik”. Di beberapa negara juga, senyawa MT-45 pernah direkomedasikan sebagai substitusi pasien pengguna heroin/morfin karena sama-sama memberikan efek analgesic (pengurang rasa sakit)

Berdasarkan pertemuan tahunan ke-59 Commision on Narcotics Drug (CND) Mar 2016 telah diputuskan bahwa senyawa MT-45 ditambahkan dalam Single Convention on Narcotic Drugs tahun 1961 yaitu pada Schedule I dan telah dikomunikasikan dihadapan UNODC, WHO, dan seluruh institusi narkotika ditiap-tiap negara anggota.

Pustaka

[1] Sainsbury, P.D., Kicman, A.T., Archer, R.P., King, L.A., Braithwaite, R.A.“Aminoindanes – the next wave of ‘legal highs’?”Drug Test Analysis 3 (2011) : 479-482.

[2] Simmler, L et al. Pharmacological profiles of aminoindanes, piperazines, and pipradrol Derivatives. Biochemical pharmacology 88 (2014 : 237-244

 

Website lab    : drugslaboratory@bnn.go.id
Fax lab          : (021) 80886555
Telephone    : (021) 80871566, (021) 80871567 ext. 237